Monday, January 23, 2017

Strategi Trading Option Long Call

4:56:00 PM // by Drs Suparno, S.Kom // No comments

Strategi Trading Long Call
1. Long Call
Strategi Long Call atau sering disebut Call saja merupakan strategi standard yang digunakan sebagian besar para trader di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Strategi Long Call adalah berangkat dari prediksi dari trader bahwa dalam waktu kedepan harga akan mengalami kenaikan sehingga membeli Call Option dengan harapan meraih profit.
Konstruksi Singkatnya:
Buy 1 ATM Call
Artinya : membeli 1 kontrak Call Option pada posisi harga Strike sama dengan harga underlaying (ATM)
http://www.lduhtrp.net/94116xjnbhf0362A65202332868302543331711111Diagram Long Call (Risk Frofile Graph) 
Potensi Profit Tidak Terbatas
Profit yang akan bisa diperoleh tidak terbatas tergantung dari tingkat kenaikan harga saham sebagai underlayingnya. Semakin tinggi kenaikan harga saham, maka semakin tinggi pula tingkat profitnya.
Formula Dasar untuk menghitung profitnya adalah:
-   Profit maksimum = Tidak terbatas
-   Profit diperoleh ketika harga saham Underlying >= Harga Strike + Harga Premi
-   Profit = Harga Underlying – Harga Strike – Harga Premi
Resiko Terbatas
Resiko maksimal terbatas pada sejumlah nilai uang yang digunakan untuk saham sebesar Harga Premi, dan tidak termasuk nilai modal dalam rekening yang tidak digunakan untuk trading.
Formula Dasar untuk menghitung kerugian maksimal adalah:
-   Kerugian Maksimal = Harga Premi + Komisi
-   Kerugian terjadi bila Harga underlaying <= Harga Strike
Breakeven Point(BEP)
Breakeven Point atau balik modal bisa dihitung dengan formula berikut ini.
-   Breakeven Point = Harga Strike + Harga Premi
Contoh:
Misalnya saham AMD ditradingkan pada harga $40. Dan harga Call Option pada Harga Strike $40 tersebut adalah $2. Kemudian anda memprediksi bahwa harga kedepan akan naik sehingga anda membeli Call Option 1 kontrak dengan harga $2x100=$200.
Satu jam kemudian prediksi anda terbukti benar dan harga saham naik dari $40 menjadi $50, maka anda akan profit sebesar $50-$40=$10x100=$1000. Dari $1000 dikurangi harga premi yang dibayarkan sebesar $200, jadi profit sebesar= $1000-$200=$800.(sebelum dikurangi komisi misal $3)
Akan tetapi bila prediksi anda salah dan hargasaham 1 jam kemudian turun menjadi $30, maka anda akan mengalami kerugian maksimal hanya sebesar harga premi yang telah dibayarkan yaitu $200 (ditambah komisi misal $3).

2. Long Put
Strategi Long Put atau sering disebut Put saja merupakan strategi standard yang digunakan sebagian besar para trader di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Namun Strategi Long Put ini berangkat dari prediksi dari para trader bahwa dalam waktu mendatang harga akan mengalami penurunan, sehingga membeli Put Option dengan harapan memperoleh keuntungan.
Konstruksi Singkatnya:
Buy 1 ATM Put
Artinya : membeli 1 kontrak Put Option pada posisi harga Strike sama dengan harga underlaying (ATM)
Diagram Long Put (Risk Profile Graph)
Potensi Profit Tidak Terbatas
Profit yang akan bisa diperoleh tidak terbatas tergantung dari tingkat penurunan harga saham sebagai underlayingnya. Semakin tajam penurunanya harga saham, maka semakin tinggi pula tingkat profitnya.
Formula Dasar untuk menghitung profitnya adalah:
-   Profit maksimum = Tidak terbatas
-   Profit diperoleh ketika harga saham Underlying = 0
-   Profit = Harga Strike – Harga Premi
Resiko Terbatas
Resiko maksimal terbatas pada sejumlah nilai uang yang digunakan untuk saham sebesar Harga Premi, dan tidak termasuk nilai modal dalam rekening yang tidak digunakan untuk trading.
Formula Dasar untuk menghitung kerugian maksimal adalah:
-   Kerugian Maksimal = Harga Premi + Komisi
-   Kerugian terjadi bila Harga underlaying >= Harga Strike
Breakeven Point(BEP)
Breakeven Point atau balik modal bisa dihitung dengan formula berikut ini.
-   Breakeven Point = Harga Strike - Harga Premi
Contoh:
Misalnya saham AMD ditradingkan pada harga $40. Dan harga Put Option pada Harga Strike $40 tersebut adalah $2. Kemudian anda memprediksi bahwa harga kedepan akan turun sehingga anda membeli Put Option 1 kontrak dengan harga $2x100=$200.
Satu jam kemudian prediksi anda terbukti benar dan harga saham Turun dari $40 menjadi $30, maka anda akan profit sebesar $50-$30=$10x100=$1000. Dari $1000 dikurangi harga premi yang dibayarkan sebesar $200, jadi profit sebesar= $1000-$200=$800.(sebelum dikurangi komisi misal $3)
Akan tetapi bila prediksi anda salah dan hargasaham 1 jam kemudian naik menjadi $50, maka anda akan mengalami kerugian maksimal hanya sebesar harga premi yang telah dibayarkan yaitu $200 (ditambah komisi misal $3).


0 komentar:

Post a Comment