Wednesday, May 3, 2017

10 LANGKAH UNTUK SUKSES MEMBANGUN BISNIS TRADING OPTION SAHAM

7:39:00 PM // by Drs Suparno, S.Kom // 1 comment

10 LANGKAH UNTUK SUKSES MEMBANGUN BISNIS TRADING OPTION SAHAM

Mungkin anda pernah mendengar ada pepatah lama dalam bisnis yang mengatakan bahwa : "Kegagalan dalam perencanaan maka akan gagal dalam pelaksanaan." Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, tapi mereka yang serius ingin sukses, termasuk anda yang ingin berhasil dalam trading,  setidaknya anda harus melakukan perencanaan dan mengikuti langkah-langkah dalam perencanaan tersebut dengan baik dalam melakukan bisnis trading.
Apabila saat ini anda sudah mempunyai perencanaan yang matang dalam bertrading, maka saya ucapkan  “selamat!” karena anda berada dalam posisi “langka” dan anda termasuk kelompok minoritas diantara mayoritas para trader yang tidak melakukan perencanaan dalam trading. Walaupun tidak ada jaminan kesuksesan mutlak, setidaknya anda telah menghilangkan satu hambatan utama untuk berhasil dalam trading.


Trading option (saham) adalah bisnis, jadi Anda harus memperlakukannya seperti layaknya bisnis pada umumnya jika Anda ingin sukses.
Apa saja komponen perencanaan trading yang bagus? Paling tidak Berikut ini ada 10 hal penting yang harus dicantumkan dalam setiap pembuatan perencanaan trading:

1. Persiapan Keterampilan Trading
Sebelum anda real trading (Trading sungguhan), anda harus mempunyai persiapan yang baik. Persiapan disini berupa pengetahuan dan ketrampilan yang cukup memadai untuk melakukan trading. Pengetahuan bisa anda dapatkan dengan membaca buku atau artikel-arkel tentang trading yang bisa anda dapatkan secara gratis di internet. Sedangkan ketrampilan merupakan sesuatu yang hanya bisa anda dapatkan melalui praktek langsung trading dan dalam hal ini anda bisa mengasah ketrampilan dalam  trading demo dahulu karena tidak mengandung resiko tapi sangat penting dan memiliki dampak yang besar terhadap kesuksesan anda dalam trading sungguhan di kemudian hari.
Dalam persiapan ketrampilan ini anda harus sudah memiliki metode, sistematika, analisa dan indicator trading yang bagus karena ini akan menuntun anda nantinya menuju keberhasilan dalam trading. Berikut ini setidaknya harus anda miliki dan anda praktekan, anda buktikan tingkat keberhasilanya dalam dalam trading demo (virtual) untuk mempersiapkan diri di trading sungguhan (real):
a.      Minimal pengetahuan dasar yang cukup tentang trading yang akan anda lakukan.
b.      Mempunyai metode analisa dan sinyal indikator jual beli yang telah teruji berjalan dengan baik dan anda sendiri telah membuktikan tingkat keberhasilannya dalam trading demo (virtual).

2. Persiapan Mental dan Psikologi Trading
Trading merupakan jenis pekerjaan yang lebih banyak melibatkan insting, perasaan, mental dan emosi dibanding jenis pekerjaan lain. Untuk itu latihlah semua itu dalam trading virtual walaupun hal ini sangat sulit dalam prakteknya, karena ketika trading virtual rata-rata orang berlatih dengan asal-asalan karena mereka beranggapan toh hanya trading demo kalaupun rugi gak masalah. Anggapan inilah merupakan racun dan bibit-bibit awal kegagalan apabila terus terbawa dan tumbuh subur dalam trading sungguhan .
Jadi untuk membentuk psikologi trading yang baik anda haruslah memulainya sejak anda latihan dalam trading demo. Lakukanlah dengan hati-hati dan dengan penuh perhitungan sesuai metode analisa dan indicator yang anda miliki. Lakukan pembelian saham sesuai dengan kemampuan anda nantinya apabila anda memasuki trading sungguhan. Kalao modal anda nantinya hanya cukup untuk membeli 1 lot atau 1 kontrak saham, maka dalam latihan virtualpun sebaiknya anda membeli dalam jumlah yang sama dengan kemampuan modal anda itu nantinya. Lakukanlah trading virtual seolah-olah anda trading dengan uang sungguhan, libatkanlah perasaan dan emosi anda ketika dalam latihan anda mengalami kerugian maupun keuntungan secara wajar tidak berlebihan. Hal ini penting dalam rangka pembentukan psikologi trading yang baik.

3. Tetapkan Target Profit
Anda harus berlatih sejak dini untuk mengetahui dan menetapkan tingkat keuntungan atau profit terhadap masing-masing saham dari trading yang anda lakukan. Hal ini sudah bisa anda lakukan dan anda persiapkan sejak latihan dalam trading demo. Tentukan target profit yang kemungkinan besar anda bisa peroleh dari saham yang anda beli. Untuk menentukan besarnya target profit ini tidak bisa sembarangan anda harus mengetahui karaktersitik dan kemampuan rata-rata saham yang anda beli tiap harinnya, anda bisa mengukur rentang pergerakan harian masing-masing saham dan hasilnya bisa anda gunakan untuk menetapkan target profit yang ingin anda capai.
Sebagai contoh saham NFLX misalnya mempunyai rentang pergerakan $ 4, dan kalau dihitung dalam poin maka sebesar 400 poin, artinya anda bisa menetapkan target profit setengahnya atau sepertiganya dari nilai tersebut atau agar lebih mudah tercapai target profitnya anda tetapkan seperempatnya saja yaitu sebesar $100. Bila dalam latihan target profit yang telah anda tetapkan sulit atau lama tercapai maka anda bisa menurunkan lagi sampai terbukti mudah untuk dicapai misal seperdelapan  atau $50 saja dari nilai rata-rata rentang harian (ATR).
Dan ingat lain saham lain pula target profitnya karena semua saham memiliki rentang pergerakan harian atau ATR yang berbeda sehingga anda harus rajin meneliti dan mengukurnya. Ingat…! Jangan trading asal-asalan kalau tidak ingin gagal. Banyak sudah diluar sana orang yang melakukan trading tanpa mengetahui hal ini. Jangan ikuti jejak mereka yang gagal tapi ikutilah jejak mereka yang berhail, rintislah jalan menuju keberhasilan anda sendiri. Dan ingat pula kalau anda betul-betul serius belajar dan bisa sukses dalam trading, maka hasilnya akan sangat luar biasa yang mungkin anda tidak pernah duga sebelumnya.

4. Tetapkan Tingkat Resiko kerugian
Menentukan besarnya tingkat kerugian dalam trading merukan hal yang sangat penting untuk menghindari resiko kerugian yang lebih besar lagi apabila ada kesalahan dalam mempredidiksi arah pergerakan harga saham. Misalnya anda memprediksi saham NFLX akan mengalami  arah pergerakan naik beberapa menit mendatang dan anda memutuskan membeli Call saham NFLX tersebut  dengan target profit $50, kemudian setelah 15 menit predidiksi anda benar harga naik sehingga anda profit $50 setelah anda jual. Lalu bagaimana kalau prediksi anda salah? Setelah anda membeli saham Call harga malah turun, maka anda akan rugi dan apabila besarnya kerugian tersebut tidak dibatasi, maka apabila harga tersebut akan terus turun, anda akan mengalami kerugian yang cukup besar. Untuk itu anda perlu menetapkan jumlah maksimal kerugian yang mampu anda tanggung apabila terjadi kesalahan prediksi seperti contoh diatas. Dengan menetapkan nilai maksimal kerugian (Stop Loss), maka anda akan terhindar dari kerugian yang cukup besar apabila terjadi balik arah dari pergerakan harga saham. Dalam contoh kasus saham NFLX diatas misalnya anda bisa menetapkan resiko kerugian (Stop Loss) sebesar  $50 (1/8 dari range harian) atau $25 saja (1/16 range harian). (Baca di artikel lain Tip Dan Trik Seting Taget Profit Dan Stop Loss Serta Untung Ruginya Dalam Pemakainnya Untuk Day Trading)

5. Lakukan Screening Saham.
Screening saham adalah proses untuk menyaring dan memilih calon saham atau kandidat saham-saham yang akan di buat  trading nantinya. Screening saham bisa dilakukan di pagi hari, siang hari atau sore hari hingga menjelang pasar buka di malam hari sekitar jam 8:30 WIB. (Bursa Efek Dunia NYSE yang berpusat di Wallstreet New York Amerika buka jam 20:30 WIB di malam hari hingga jam 3:00 WIB di pagi hari).
Tujuan dari screening kandidat saham adalah untuk menghasilkan prediksi saham yang berakurasi tinggi yang sangat potensial trending dalam pergerakan naik atau turun. Dengan demikian saham yang sudah lolos dari proses screening menrupakan saham pilihan yang akan anda tradingkan dan besar kemungkinan akan bisa menghasilkan profit , karena anda telah meminimalisir dari kemungkinan salah prediksi.
Lalu bagaimana cara melakukan screening saham? Setidaknya ada beberapa hal yang perlu anda lakukan dan anda miliki untuk melakukan proses screening dengan baik, diantaranya sebagai berikut:
a.      Anda bisa melakukan analisa fundamental sederhana dengan mengetahui kecenderungan atau “mood” pergerakan indeks saham besar dunia seperti S & P 500 dan Nasdaq misalnya, karena kebanyakan saham yang liquid berada dibawah naungan kedua indeks saham besar tersebut. Dari hasil pengamatan anda pasti akan memperoleh informasi penting tentang kecenderungan pergerakan indeks saham tersebut apakah naik atau turun, maka jadikan informasi ini sebagai pedoman awal.
b.      Anda sebaiknya memiliki metode atau alat analisa untuk menyaring saham-saham yang akan anda screening. Saham-saham yang anda analisa akan menghasilkan sinyal atau informasi  apakah saham tersebut berpotensi naik atau turun. Dan dari informasi sinyal yang mencul tersebut maka anda bisa menyimpulkan dan menghasilkan prediksi yang lebih akurat.
c.       Proses screenining sebaiknya dilakukan beberapa tahap untuk menghasilkan prediksi yang berakurasi tinggi, tidak cukup hanya satu tahap saja, sehingga anda juga sebaiknya memiliki beberapa metode analisa untuk proses screening tahap 2, tahap 3 dan seterusnya tergantung berapa tahap screening yang anda miliki. Jangan heran kalau dari 100 saham yang anda screening hanya akan menghasilkan 3 atau 4 saham saja sebagai kandidat saham cocok. Ya sedikit jumlah saham tidak apa-apa tapi berkaurasi tinggi dan sangat berpeluang besar untuk memperoleh profit. Bukan trading asal-asalan dan asal beli saham, sahamnya sembarangan dari hasil dikasih orang, berbahaya kalau trading dengan cara demikian. Karena anda trading berarti menjalankan bisnis dan bisnis harus dipelajari, dipersiapkan dengan baik dan ditekuni untuk bisa berhasil konsisten.
d.      Proses screening harus anda lakukan jauh sebelum pasar bukua hingga pasar buka untuk menghasilkan kandidat saham yang betul-betul mempunyai akurasi 90% hingga 100%, tetntu saja harus didukung dengan alat analisa yang baik dan berakurasi tinggi pula.
(Baca di bagian Artikel lainbahasan khusus tentang Metode analisa dan alat screening saham).

6. Persiapan Charting Software atau Grafik Indikator
Apapun sistem yang anda gunakan, apapun program trading yang anda gunakan, broker dan software apapun yang anda gunakan untuk melakukan trading, maka anda wajib mempunyai sinyal level support dan resistance, anda wajib untuk memiliki sinyal beli dan sinyal jual (sinyal entri/masuk dan sinyal exit/keluar). Sinyal-sinyal tersebut disamping ditampilkan secara visual sebaiknya juga ditampilkan dalam bentuk audio sehingga anda bisa melihat dengan jelas dan bisa pula mendengarkan dengan jelas.  Ingat  anda sedang melakukan trading yang artinya sedang melakukan bisnis yang berhubungan dengan uang, maka sebaiknya semuanya harus jelas pada area trading anda dan tidak ada gangguan sekecil apapun, sekali lagi ini bisnis dan setiap gangguan yang ada akan ada pula harganya.

7. Tetapkan Titik Entri
Titik entri merupakan suatu titik dimana anda akan melakukan pembelian saham, titik entri ini sangat penting, betul-betul sangat penting untuk diperhatikan karena penetapan titik entri yang bagus akan cepat bisa menghasilkan keuntungan atau profit dan sebaliknya. Aturan sederhana untuk titik entri tersebut misalnya seperti ini: “Jika muncul tanda panah keatas maka beli saham “Call option” dan jika muncul tanda panah kebawah maka beli saham “Put Option””, ini merupakan sinyal entri yang cukup sederhana dan mudah untuk dipahami sekalipun oleh orang awam. Namun system computer anda tidak sesederhana itu dalam melakukan perhitungan probabilitas sinyal beli dan jual, melainkan sangat kompleks dan rumit yang hasilnya ditampilkan dalam bentuk yang sangat sederhana untuk mempermudah pengambilan keputusan.
Tidak jarang untuk menghasilkan satu keputusan sederhana untuk sinyal beli saja maka melibatkan lebih dari 20 kondisi yang harus dipertimbangkan, lalu bagaimana anda melakukan hal ini? Akan sangat sulit dan butuh waktu yang lama atau bahkan tidak akan bisa melakukan. Apalgi pada diri manusia ada faktor subyektivitas yang sangat dominan. Maka untuk menghindari pengaruh subyektivitas manusia, analisa system indikator trading sebaiknya diserahkan pada computer. Dari sinilah akhirnya muncul tehnikal analisis, indicator software,  charting software atau grafik hingga metode analisa yang full 100% diserahkan ke computer yaitu yang disebut “Robot” yang mungkin anda pernah dengar.
Jadi disini intinya anda harus mempunyai ketentuan berupa titik sinyal masuk atau sinyal beli yang baik dan anda praktekan dalam trading virtual terbukti mampu menghasilkan akurasi yang cukup tinggi. Tidak perduli apakah itu berupa grafik indicator atau yang lain dan tidak perduli apakah anda membuat sendiri atau mendapat dari orang lain yang penting setelah anda berlatih mempraktekan dan membuktikan sendiri dalam trading virtual berhasil dengan baik maka boleh anda masuk ke tahap berikutnya yaitu menggunakannya dalam trading real. Sudah waktunya senjata untuk berperang dan sudah waktunya senapan untuk menembak. “Let’s the rubber meets the road” Selamat berjuang dan berbisnis semoga berhasil dengan baik.

8. Tentukan Titik Exit
Banyak kekurangan yang dilakukan oleh kebanyakan orang atau trader yaitu dengan hanya fokus atau berkonsentrasi lebih dari 90% untuk mencari “sinyal beli” atau “titik entri”, dan hanya sedikit yang memperhatikan kapan dan di mana harus keluar atau menentukan “titik jual” nya. Hal ini tidak sepenuhnya salah akan tetapi lebih baik harus juga menentukan titik jualnya juga, dan harus mau atau rela menjual ketika waktu yang telah ditetapkan telah tiba baik dalam keadaan profit maupun loss.
Kebanyakan orang tidak bisa dan tidak mau menjual ketika dalam keadaan loss karena mereka tidak mau rugi dengan perkiraan dan harapan harga akan kembali naik dan akan kembali profit. Sikap trading yang seperti ini salah, trading bukanlah perkiraan dan harapan tapi perhitungan matematis dan fakta. Dan kenyataan yang anda hadapi saat ini adalah merupakan realita yang sesungguhnya. Banyak orang trading sudah profit $100 tidak mau menjual dengan perkiraan dan harapan bisa naik lagi profit $150 dan ketika sudah tercapai tidak mau menjual ingin profit yang lebih besar lagi, waduh betapa serakahnya, mereka tidak mau tau dan tidak menyadari bahwa pasar saham kedepan penuh ketidakpastian dan bisa saja harga balik arah dengan tiba-tiba yang bisa menghabiskan profit yang sudah ada didepan mata,  Astaga…! Eman tenan.
Banyak juga orang yang sudah tau kalau mereka kurang beruntung dan prediksinya salah sehingga mereka mengalami loss $20, namun tidak mau menjual karena mereka berharap harga akan naik kembali dan mereka tidak loss dan malah profit, dan ketika harga malah turun lagi dan loss menjadi lebih besar $30 merekapun belum mau jual dan masih berharap harga akan kembali naik sehingga profit, eeh halo bro… sekali lagi trading itu bukan harapan bro! …eh.. gak taunya harga malah turun tajam dan loss menjadi semakin besar. Astaga… alangkah malangnya!.
Jadi trading yang baik tidak demikian, tidak seperti yang penulis gambarkan diatas. Trading yang baik harus mepunyai ketentuan titik exit dan selalu mengikuti titik exit yang telah ditetapkan. Misalnya anda trading saham mempunyai titik entri dan titik exit yang sama pula, maka ketika profit $50 anda jual dan ketika loss $25 juga anda jual. Lalu rekor trading anda belum seberapa bagus sehingga hasilnya 50:50 yang artinya trading 10x hasilnya profit 5x dan loss 5x. Kalau anda konsisten mengikuti target profit dan stop loss yang anda tentukan, maka perhitungan diatas kertas hasil akhirnya anda masih profit $125. Yaitu ($50x5)= 250 dikurangi ($25x5)=125 tersisa $125.

9. Selalu Mencatat Track Record Trading
Trader yang baik adalah mereka yang juga bisa menjaga atau mempertahankan rekor yang baik  tersebut. Jika mereka profit dalam trading, mereka selalu mencatat dan berusaha mempelajari ingin tahu persis mengapa, dimana dan bagaimana tradingnya tadi kok bisa profit dan akan mengulangi titik yang sama untuk trading di kemudian hari. Yang lebih penting lagi, mereka juga mempelajari dan ingin tahu hal yang sama saat mereka loss atau rugi, sehingga mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Tuliskan rincian seperti entri & exit, target & stop loss, level support & resistance, rentang pembukaan pasar(ORB), rentang pergerakan harian (ATR), dan lain-lain. Catatlah dan simpan dengan baik sehingga Anda dapat kembali menggunakan dan menganalisis keuntungan atau kerugian untuk sistem tertentu dari metode analisa anda. Ingat, ini bisnis dan Anda adalah akuntanya, maka lakukan perhitungan dan analisa dengan baik.

10. Lakukan Post Analisis
Yaitu analisa setelah trading. Baik anda profit maupun loss sebaiknya selalu membuat catatan atau jurnal harian. Sehingga anda akan selalu tahu posisi anda saat ini baik dalam posisi profit yang akan menambah saldo rekening anda maupun posisi los yang akan mengurangi saldo rekening anda.
Lakukan back test (Test kebelakang) dan analisa dititik mana anda bisa profit dan ditik mana anda mengalami loss. Cari penyebabnya dan temukan solusinya untuk memperbaiki rekor trading di kemudian hari. Tuliskan kesimpulan Anda di jurnal trading Anda sehingga Anda bisa mereferensikannya lagi nanti sewaktu dibutuhkan. (selamat belajar semoga berhasil.. Good luck!!!)